<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><!-- generator="wordpress/2.3.3" -->
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	>
<channel>
	<title>Komentar untuk wonggoblog</title>
	<link>http://wonggoblog.dagdigdug.com</link>
	<description>ojo goblog</description>
	<pubDate>Tue, 02 Dec 2008 00:23:18 +0000</pubDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.3.3</generator>
		<item>
		<title>Komentar di Ndak ngerti aku! oleh wonggoblog</title>
		<link>http://wonggoblog.dagdigdug.com/archives/8#comment-9</link>
		<dc:creator>wonggoblog</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 22 Feb 2008 06:09:59 +0000</pubDate>
		<guid>http://wonggoblog.dagdigdug.com/archives/8#comment-9</guid>
		<description>aha, akhirnya. Sudah jadi proposalnya, hehehe... Ternyata kuncinya hanya memaksa diri saja. Soal hasil ya blon tahu, soalnya kemarin baru dikirim. Sekarang menghitung hari saja, semoga tidak ditolak maning. Bikin trauma saja.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>aha, akhirnya. Sudah jadi proposalnya, hehehe&#8230; Ternyata kuncinya hanya memaksa diri saja. Soal hasil ya blon tahu, soalnya kemarin baru dikirim. Sekarang menghitung hari saja, semoga tidak ditolak maning. Bikin trauma saja.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Komentar di Ndak ngerti aku! oleh feha</title>
		<link>http://wonggoblog.dagdigdug.com/archives/8#comment-8</link>
		<dc:creator>feha</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 19 Feb 2008 07:17:30 +0000</pubDate>
		<guid>http://wonggoblog.dagdigdug.com/archives/8#comment-8</guid>
		<description>malas memang penyakit yg paling mengasyikkan dari manusia :D</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>malas memang penyakit yg paling mengasyikkan dari manusia <img src='http://wonggoblog.dagdigdug.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /></p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Komentar di Ndak ngerti aku! oleh sangnanang</title>
		<link>http://wonggoblog.dagdigdug.com/archives/8#comment-7</link>
		<dc:creator>sangnanang</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 19 Feb 2008 07:07:00 +0000</pubDate>
		<guid>http://wonggoblog.dagdigdug.com/archives/8#comment-7</guid>
		<description>welha dalah....yo ndak salah sampeyan pasang "wonggoblog",....sekedar guyon lho;(</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>welha dalah&#8230;.yo ndak salah sampeyan pasang &#8220;wonggoblog&#8221;,&#8230;.sekedar guyon lho;(</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Komentar di Ndak ngerti aku! oleh mungkin</title>
		<link>http://wonggoblog.dagdigdug.com/archives/8#comment-6</link>
		<dc:creator>mungkin</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 19 Feb 2008 06:50:10 +0000</pubDate>
		<guid>http://wonggoblog.dagdigdug.com/archives/8#comment-6</guid>
		<description>lha kok kayak saya penyakitnya :D</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>lha kok kayak saya penyakitnya <img src='http://wonggoblog.dagdigdug.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /></p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Komentar di Korban Perkosaan oleh sangnanang</title>
		<link>http://wonggoblog.dagdigdug.com/archives/7#comment-5</link>
		<dc:creator>sangnanang</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 15 Feb 2008 01:08:31 +0000</pubDate>
		<guid>http://wonggoblog.dagdigdug.com/archives/7#comment-5</guid>
		<description>Bingung?...ndodoklah dab!</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Bingung?&#8230;ndodoklah dab!</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Komentar di Saya anti Rasuah oleh wonggoblog</title>
		<link>http://wonggoblog.dagdigdug.com/archives/5#comment-4</link>
		<dc:creator>wonggoblog</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 12 Feb 2008 07:27:46 +0000</pubDate>
		<guid>http://wonggoblog.dagdigdug.com/archives/5#comment-4</guid>
		<description>iya benar. Tapi memang dalam prakteknya itu berat. Bagaimanapun kita ini mahluk sosial, yang punya keluarga dan teman. Trus untuk membedakan bahwa pemberian keluarga dan teman itu indikasi suap bagaimana? Soalnya kita mempunyai keluarga dan teman juga karena banyak lantara. Lantaran kuliah, lantaran organisasi, lantaran kerja dan lantaran aktivitas aktivitas lainnya. Itu yang sulit sekali. Saya pun dulunya tetap berusaha bila ada ajakan entertain dari relasi, sebisa mungkin efeknya tidak mengubah keputusan dan kebenaran. Tapi memang tidak bisa dipungkiri rasa iba, kasihan dan simpati juga kadang timbul. Untungnya sekarang saya sudah resign dari pekerjaan itu, saya pilih wiraswasta saja.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>iya benar. Tapi memang dalam prakteknya itu berat. Bagaimanapun kita ini mahluk sosial, yang punya keluarga dan teman. Trus untuk membedakan bahwa pemberian keluarga dan teman itu indikasi suap bagaimana? Soalnya kita mempunyai keluarga dan teman juga karena banyak lantara. Lantaran kuliah, lantaran organisasi, lantaran kerja dan lantaran aktivitas aktivitas lainnya. Itu yang sulit sekali. Saya pun dulunya tetap berusaha bila ada ajakan entertain dari relasi, sebisa mungkin efeknya tidak mengubah keputusan dan kebenaran. Tapi memang tidak bisa dipungkiri rasa iba, kasihan dan simpati juga kadang timbul. Untungnya sekarang saya sudah resign dari pekerjaan itu, saya pilih wiraswasta saja.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Komentar di Saya anti Rasuah oleh sangnanang</title>
		<link>http://wonggoblog.dagdigdug.com/archives/5#comment-3</link>
		<dc:creator>sangnanang</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 12 Feb 2008 04:02:04 +0000</pubDate>
		<guid>http://wonggoblog.dagdigdug.com/archives/5#comment-3</guid>
		<description>sebenarnya istilah yang lebih tepat adalah risywah atau suap, bukan rasuah....
MUI telah mengeluarkan fatwa terkait hal tersebut sebagaimana tertuang dalam keputusan tertanggal 29 Juli 2000, memberikan risywah dan menerimanya hukumnya haram!
perlu dicatat, pengertian risyway adalah pemberian seseorang kepada orang lain(pejabat)dengan maksud meluluskan suatu perbuatan yang batil(tidak benar menurut syari'ah) atau membatilkan perbuatan yang hak....
Tentu kembali kepada nurani kita untuk menilai dan menimbangnya....

nuhun,</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>sebenarnya istilah yang lebih tepat adalah risywah atau suap, bukan rasuah&#8230;.<br />
MUI telah mengeluarkan fatwa terkait hal tersebut sebagaimana tertuang dalam keputusan tertanggal 29 Juli 2000, memberikan risywah dan menerimanya hukumnya haram!<br />
perlu dicatat, pengertian risyway adalah pemberian seseorang kepada orang lain(pejabat)dengan maksud meluluskan suatu perbuatan yang batil(tidak benar menurut syari&#8217;ah) atau membatilkan perbuatan yang hak&#8230;.<br />
Tentu kembali kepada nurani kita untuk menilai dan menimbangnya&#8230;.</p>
<p>nuhun,</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>

