Saya anti rasuah. Benarkah? hehehe… sulit untuk mengakui bahwasanya saya benar-benar bisa anti rasuah. Banyak hal yang membuat saya belum yakin mengenai kondisi diri ini. Waktu dulu masih kerja kantoran memang banyak sodoran amplop dan janji dari relasi yang saya tolak. Hal itu pun saya tolak karena bukannya saya orang baik, namun hanya karena perasaan yang tidak membolehkan saja. Dalam hati kecil sih ingin sekali menerima, tapi saya merasa bila menerima rasanya tidak ada kebanggaan yang bisa saya ceritakan pada anak dan istri saya. Tidak jarang uang dalam amplop diselipkan dalam proposal, kadang ada yang terang-terangan memberikan dan gilanya malam-malam pun kerumah untuk nyamperin saya. Iming-iming bussines trip juga dijanjikan, hadiah diberikan dll pokoknya menggiurkan. Saya bukan orang baik, hanya takut pada hukuman sebenarnya. Hukuman dari keluarga, maupun instansi saya dulunya juga bila berhubungan dengan hukum positif dinegara ini. Padahal, siapa sih nggak mau duit???

 

Akhirnya agar relasi saya tidak merasa tersinggung dan putus asa dengan saya, ada beberapa perkecualian yang bisa saya terima. Ini pun sudah melewati pergumulan batin yang sangat kuat. Hal hal yang bisa saya terima ini pun saya toleransikan menurut selera saya sendiri. Hal-hal yang bisa saya terima adalah sebagai berikut :

 

  • Tawaran makan pagi atau makan siang. Ya, kenapa tidak? ajakan makan kan tidak seberapa. lagian masa iya para relasi akan mengungkit hal tersebut dengan berkata : Pak tolong dong diapprove proposal saya. Saya kan sudah mentraktir makan buat bapak. Nggak lucu kan.

  • Pemberian tiket pesawat. Tidak jarang ada beberapa relasi yang dahulunya sering mencoba memberikan tiket pesawat untuk berlibur, pada mulanya saya tolak. Tapi setelah pikir punya pikir, dan dampak conflict of interestnya terhadap pekerjaan tidak begitu besar. Akhirnya saya terima.

  • Pemberian uang. No no no saya tidak mau menerima uang, tapi saya pernah menerima pemberian hand phone (senilai 2.5 juta). Tapi ya berhubung yang memberikan kepada saya sudah memberikan jasa kepada saya, dan sudah seperti saudara ya apa boleh buat. Gimana lagi? menolak malah jadi musuh nantinya. Intinya kan tidak membelokkan alur kebenaran.

Kira-kira gimana ya, apa saya bisa dikatakan Anti Rasuah?